Stay in The know

Skincare

Posisi Tidur Telungkup Sebabkan Permasalahan Pada Kulit

Posisi Tidur Telungkup Sebabkan Permasalahan Pada Kulit

Posisi tidur dapat menjadi faktor penyebab timbulnya masalah kulit.


Bagi sebagian orang, posisi tidur telungkup memberikan efek relaksasi dan peregangan pada tubuh. Namun ternyata kebiasaan tersebut dapat berdampak buruk bagi pernapasan dan juga kesehatan tulang. Selain itu, kulit wajah yang menempel pada bantal juga dapat menimbulkan permasalahan, salah satunya adalah jerawat. 


Melansir dari situs Metro.co.uk, sarung bantal yang tidak diganti selama 1 minggu mengandung lebih dari 17.000 jenis bakteri yang beragam. Hal ini pun dilaporkan oleh Sleep Assessment and Advisory Service, Amerika Serikat, bahwa jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan jumlah bakteri pada tempak duduk kloset. Hal ini tentu saja menjadi pemicu berkembangnya kuman pada pori-pori kulit sehingga menyebabkan permasalahan yang tidak kunjung terobati.


Posisi wajah yang menempel pada bantal juga menjadi salah satu faktor penyebab penuaan pada kulit. Tekanan yang terjadi secara inensif menimbulkan garis-garis halus permanen dan bahkan membuat bentuk wajah menjadi tidak simetris. Dokter Amanda Wong Powell—direktur klinik Courthouse Clinic di London—menjelaskan bahwa sebagian dari pasiennya cenderung memiliki kerutan pada sisi tumpuan wajah ketika tidur. Pada dasarnya, keriput memang disebabkan oleh gerakan berulang yang terjadi saat kulit brekspresi dan mengalami penekanan. 


Menghindari hal tersebut, Anda disarankan tidur dengan posisi menghadap ke atas. Posisi ini menjaga tekstur kulit tetap simetris dan terhindar dari kerutan. Coba untuk rutin mengganti sarung bantal maksimal 1 minggu sekali, serta membersihkan wajah sebelum tidur agar sisa makeup dan kotoran tidak meningkatkan faktor penyebab masalah pada kulit. 


(Kissy Aprilia, foto: pxhere.com)



You Might Also LIke