Stay in The know

Skincare

Tercipta di Eropa, Apakah Micellar Water Sesuai dengan Jenis Kulit Asia?

Tercipta di Eropa, Apakah Micellar Water Sesuai dengan Jenis Kulit Asia?

Perbedaan kebutuhan jenis kulit Eropa dan Asia menimbulkan pertanyaan mengenai manfaat Micellar Water.

Micellar water kini tengah digemari sebagai salah satu jenis cairan pencuci wajah yang praktis untuk mengangkat sisa makeup dan kotoran pada wajah. Berbagai label kecantikan pun berlomba-lomba menghadirkan produk tersebut dengan segala keunggulan yang dimilikinya. Namun, sudahkah Anda mengetahui asal-usul dari micellar water?


Asal-usul Micellar Water

Micellar water diciptakan pertama kali pada awal tahun 90-an di kota Paris, Perancis. Kala itu air di pusat mode dunia tersebut terkontaminasi oleh kandungan korosif, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan tubuh maupun kulit. Semenjak itulah para ilmuwan berusaha menemukan cairan yang dapat menggantikan manfaat air dengan komposisi serupa. Itulah sebabnya mengapa sebagian besar produk micellar water berasal dari benua Eropa.


Masalah yang Dihadapi Kulit Asia

Pemerhati perawatan kecantikan mungkin sempat merasa ragu untuk mencoba produk micellar water. Pasalnya, Anda tahu bahwa rangkaian skin care yang dicipakan di benua Eropa belum tentu cocok untuk kulit Asia. Tidak sedikit pula yang mengeluhkan kulit wajahnya justru mengalami purging (tumbuh jerawat) setelah beberapa lama menggunakan salah satu produk micellar water. Pertanyaanya, apakah sebenarnya micellar water diperuntukan bagi kulit Asia?


Maksimalkan Manfaat Micellar Water dengan Mencuci Wajah

Ditemui di bilangan Senayan, Jakarta, dr. Jonathan Raharjo Subekti SpKK—dokter spesialis kulit dan kelamin—membenarkan bahwa produk skin care yang diciptakan di Eropa tentu saja memiliki kandungan yang berbeda dengan kebutuhan orang Asia. Perbedaan iklim, cuaca, serta jenis kulit orang Eropa dan Asia menjadi faktor yang penentu kebutuhan tersebut. Meskipun begitu, dr. Jonathan tidak melarang Anda untuk menggunakan micellar water asalkan dengan langkah yang tepat. 

Bukan berarti cairan micellar water harus kembali dibilas dengan air. Namun, dr. Jonathan menganjurkan untuk tetap membersihkan wajah dengan air dan sabun untuk hasil wajah bersih lebih maksimal. Secara personal, dirinya merekomendasikan produk tersebut kepada pasien untuk membantu mengangkat sisa makeup dan kotoran yang sulit terangkat. Saran dari GLITZMEDIA, sebaiknya coba dulu kecocokan produk dengan kulit Anda, sebelum latah membeli produk kemasan besar.

(Kissy Aprilia, foto: Pixabay)

You Might Also LIke