Stay in The know

Events

Inilah Hadiah Bagi Pemenang Ajang GO-HACKATHON

Inilah Hadiah Bagi Pemenang Ajang GO-HACKATHON

GO-JEK berikan uang dengan jumlah fantastis bagi tim pemenang.

Pada bulan Februari hingga Maret 2017 lalu, untuk pertama kalinya GO-JEK menyelenggarakan GO-HACKATON, kompetisi hacking marathon. Dengan memilih tema #KaryaTanpaBatas, GO-JEK mencoba memberikan kesempatan bagi masyarakat—terutama anak muda—untuk mengembangkan inovasi yang dapat melahirkan solusi bagi kebutuhan sosial.

Setelah menjalani kompetisi yang melibatkan 415 tim, terpilihlah tiga pemenang usai melalui babak final pada tanggal 25 – 26 Maret lalu. Menurut Monica Oudang selaku HR Director GO-JEK Indonesia, alasan pemilihan ketiga tim pemenang karena memiliki ide orisinal yang memberikan dampak positif. “Selain itu, mereka bisa mewujudkan sebuah ide menjadi sebuah layanan yang dapat bekerja dengan baik hanya dalam waktu 24 jam. Saat penjurian, para dewan juri juga mengalami kesulitan untuk memutuskan pemenang, karena karya-karya yang masuk shortlist sangat bagus,” jelasnya.

Pemenang pertama berasal dari Bandung, yaitu tim SAILLY yang beranggotakan tiga orang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB). Hadiahnya pun tak tanggung-tanggung yaitu sebesar IDR 120 juta. Tim SAILLY mengembangkan layanan pelacak yang disebut GO-TRACK, yang dapat membantu penggunanya untuk menemukan barang yang hilang di jalan dengan memanfaatkan fitur bluetooth.

Posisi kedua diraih tim SSX_Ceria, yang terinspirasi membuat karya teknologi dari logo GO-JEK. Tim SSX_Ceria mengembangkan Caprica, helm pintar yang mengintegrasikan proteksi, pengumpulan data, dan kenyamanan pengguna. Helm pintar ini punya tiga fitur unggulan yaitu; SOS Alert yang berfungsi mengirimkan sinyal bahaya kepada ambulans terdekat bila pengguna mengalami kecelakaan, Bluetooth Speaker yang bisa menghubungkan mitra driver dengan pengguna GO-JEK bila ada panggilan, terakhir Speed Warning yang menghubungkan helm dengan akselerator kendaraan melalui GPS ponsel pintar. Anggota tim ini masing-masing memenangkan Macbook Pro.

Sedikit berbeda dari dua tim sebelumnya yang memberikan solusi saat berkendara, tim Quantum Sigmoid asal Jakarta sebagai juara ketiga GO-HACKATHON, menciptakan layanan Cloud Base Food Image Recognition. Dengan hanya mengambil gambar makanan, maka layanan itu bisa mengenali nama makanan tersebut. Karya teknologi ini memanfaatkan artificial intelligence dan deep learning. Tim yang digawangi dua orang lulusan Institut Pertanian Bogor ini, masing-masing mendapatkan ponsel pintar Google Pixel.

GO-JEK berharap akan semakin banyak masyarakat Indonesia yang berani mengeluarkan inovasinya sehingga menghasilkan solusi atas kebutuhan sosial masyarakat. Bagi yang ingin memanfaatkan lima karya terbaik dari kompetisi ini, Anda dapat mengaksesnya di https://github.com/GO-HACKATHON.

(Shilla Dipo, Foto: Dok. GOJEK)

Author: Ayu Utami

You Might Also LIke