Stay in The know

Intermezzo

Fashion Blogger Ini Ceritakan Pengalamannya Berhasil Melewati Tantangan Saat Memutuskan Berhijab

Fashion Blogger Ini Ceritakan Pengalamannya Berhasil Melewati Tantangan Saat Memutuskan Berhijab

Fashion blogger bernama Naballah Chi ini memperspektifkan pemikirannya tentang hijab.

Mengenakan hijab merupakan sebuah kewajiban bagi wanita muslim. Namun, hal tersebut juga ditentukan oleh pilihan hidup yang bertumpu pada kekuatan prinsip. Bagi para pengguna hijab, mungkin Anda pernah merasakan sulitnya masa ‘hijrah’ dengan mengubah seluruh penampilan—dan hati tentu saja. Hal ini pun dirasakan oleh seorang wanita asal negara Trinidad and Tobago, Karibia, yang menceritakan kisah inspiratif melalui blognya. 

Naballah Chi merupakan seorang fashion blogger sekaligus desainer yang menjadikan hijab sebagai ciri khasnya. Di balik kesuksesan dengan gaya Turkish style-nya, Chi memiliki pengalaman ‘hijrah’ yang semakin membuatnya memaknai hijab lebih dalam. Dalam situs NaballahChi.Blogspot.co.id, ia menceritakan bagaimana awalnya merasa frustasi dengan kewajiban mengenakan hijab, lantaran menghalanginya menggapai potensi secara maksimal. 

“However, like many people, there was a point in my life where I was at an all time low....... It was at this time in my life I contemplated on removing my Hijab. I had sometimes felt that wearing Hijab did not allow me to reach my true potential. The harder I tried to fit in, the more frustrated I became. I often felt that I couldn’t participate in certain activities with my Hijab and so this feeling had taken me down a road that I never want to travel on again,” tulis Chi menceritakan pengalaman pertamanya mengenakan hijab.


Saat menduduki bangku perguruan tinggi, wanita berusia 26 tahun ini sempat mengikuti kontes kecantikan. Kariernya sebagai seorang model mengalami kemajuan, sehingga Chi memutuskan berani melepas hijab untuk kebutuhan pemotretan. Nyatanya, perilaku tersebut justru membuatnya merasa menjadi pribadi yang munafik. Chi pun memutuskan untuk menaruh perhatian lebih terhadap isu-isu hijab dan kembali mengenakannya.  

Dalam postingan di blognya tersebut, Chi menjelaskan, hijab tidak membuatnya terkesan religius ekstrem ataupun membatasinya untuk melakukan berbagai aktivitas. Hijab justru menjadi sebuah ‘pengingat’ untuk terus melakukan hal-hal baik, bahkan menambah kepercayaan diri seseorang. 

Ia pun berani mengeksplorasi penampilannya, mulai dari styling hijab, warna busana, hingga mengikuti berbagai tren mode yang ada sesuai dengan kaidah berjilbab yang benar. Ia memilih hijab untuk menginterpretasikan kekuatan yang dimiliki di dalam dirinya.  


“I realized that Hijab made me focus on my inner self more. Some people think that veiled women are oppressed, but I feel more empowered than ever, even though I did struggle to come to terms with it at first. It is not easy to wear Hijab, especially in a society that constantly keeps telling us to dress in as little as possible,” tulis Chi lagi. 

Chi melengkapi kisahnya dengan memberikan saran bagi Anda yang berencana untuk mengenakan hijab. “To my sisters who aspire to or have recently started wearing hijab and are facing any of the issues that I did...keep reminding yourself that hijab is your protection [and] you ARE just as beautiful if not more with it on.” Sungguh inspiratif! Tak slah jika Anda mengisi waktu luang di bulan Ramadhan dengan membaca kisah Naballah Chi lebih lengkapnya di sini. 

(Kissy Aprilia, Images: Naballahchi.blogspot.co.id)

You Might Also LIke