×

Stay in The know

Motherhood

Bagaimana Cara Menumbuhkan Kemauan Anak Agar Giat Belajar Tanpa Terpaksa?

Bagaimana Cara Menumbuhkan Kemauan Anak Agar Giat Belajar Tanpa Terpaksa?
Ayu Utami

Tue, 2 May 2017 at 14.00

Lakukan trik ini agar sang buah hati mau belajar dan tidak bermalas-malasan lagi.

Dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional setiap tanggal 2 Mei, ingatkan kembali diri Anda bahwa ilmu terbaik seorang anak berasal dari keluarga. Peran orangtua sangat penting dalam menentukan tumbuh kembang dan karier mereka kelak. Lantas apakah ada cara yang dapat dilakukan agar keinginan belajarnya menjadi meningkat? Coba lakukan trik berikut ini.

 

Bermain dan Belajar

Memberikan gadget pada anak memang tak selamanya buruk, asalkan Anda memperhatikan “rambu-rambunya” (BACA: 5 Cara Edukatif Yang Perlu Dilakukan KetikaMemperkenalkan Anak Pada Dunia Digital). Sebaiknya pilihlah beragam jenis permainan yang mampu mengasah kemampuan motoriknya. Seperti belajar hitung-hitungan, mengenal huruf, bernyanyi, dan sebagainya. Setidaknya cara ini bisa melatih mereka untuk belajar di tengah keasyikannya bermain, agar tidak menjenuhkan.

Belanja Bersama

Jangan hanya mengajak anak berbelanja, tetapi biasakan untuk berdialog dengannya. Misalnya, saat Anda sedang memilih susu, biarkan sang anak mengambilnya sediri dan membaca label merek yang tertera di kemasan tersebut. Selanjutnya suruh mereka menghitung jumlah susu tersebut saat sudah di masukkan ke dalam ranjang. Secara tidak langsung anak akan belajar menghafal, membaca, dan berhitung.

Bermain Puzzle

Kemampuan berpikir anak usia 2 tahun ke atas sudah mulai berfungsi dengan baik. Tak ada salahnya jika Anda membelikan permainan puzzle berupa gambar animasi favorit-nya. Ajari mereka untuk menyusun gambar sesuai pola yang benar untuk melatih ketajaman konsentrasi dan memetakan masalah (BACA: Glitzy Mom, Berikut Ini CaraMengenali Tahapan Tumbuh Kembang Anak Sesuai Usianya).

Bersosialisasi Dengan Lingkungan

Belajar bukan hanya soal pendidikan formal semata, tetapi sosialisasi dengan lingkungan sosial pun menjadi sangat penting. Anak-anak yang terbiasa beradaptasi oleh orang banyak, maka mereka cenderung lebih mandiri dan berani ketika masuk sekolah nanti. Biasakan untuk mengenalkan anak dengan teman-teman di sekitar rumah, saudara, dan keluarga. Namun, sebaiknya tetap dalam pengawasan, agar hal buruk tidak terjadi padanya (BACA: Lindungi Anak Anda DariPredator Pedofilia Dengan 6 Cara Ini).

Berikan Jeda Untuk Istirahat

Tak ada gunanya memaksa anak belajar, karena akan semakin membuat konsentrasinya terpecah di bawah tekanan. Berikan mereka jeda untuk beristirahat dan mulailah kembali belajar di saat mood sudah stabil.

(Elizabeth Puspa, Foto: Stocksnap )

You Might Also LIke