Stay in The know

Motherhood

Menolak Diam Dan Tak Peduli Melihat Kekerasan Pada Anak

Menolak Diam Dan Tak Peduli Melihat Kekerasan Pada Anak


Belum lepas dari ingatan kita akan kasus memilukan penelantaran 5 orang anak di kawasan Cibubur yang dilakukan oleh orang tua kandungnya sendiri, kini kasus penganiayaan terhadap seorang anak kembali terjadi. 

Angeline, anak perempuan usia 8 tahun, domisili Bali yang sudah hilang selama hampir sebulan sejak 16 Mei 2015, ditemukan tewas terkubur di halaman belakang rumah ibu angkatnya pada 10 Juni 2015 kemarin. 

Sungguh tragis melihat kronologis cerita yang diberitakan media. Bagaimana perlakuan Margareth, ibu angkatnya dan Agus—yang kini statusnya tersangka—pembantu rumah tangga yang melakukan penganiayaan memerkosa,  membunuh, dan mengubur Angeline. 

Hal ini sungguh membuat kita miris! Ya, bukan hanya Anda yang berperan sebagai orang tua dan memiliki anak, tapi kita sebagai manusia. Para penganiaya dan pembunuh anak ini mengundang hujatan, makian, dan kutukan dari masyarakat. 

Konteksnya tak lagi membicarakan bagaimana para penganiaya dan pembunuh sebaiknya mendapatkan hukuman—biarkan hukum dan Kepolisian yang bertindak—tapi bagaimana kita mencegah hal serupa seperti ini terjadi kembali kepada anak-anak kita.

Ketika berita muncul ke permukaan, belakangan timbul statement-statement yang diungkapkan para warga di sekitar rumah Angeline yang melihat perlakukan tak wajar padanya. Kalau kita tahu, sepantasnya kah kita diam saja?


Selamat Jalan Angeline (Foto: Facebook)

Tak ingin mengajarkan bagaimana menjadi orang tua dan sesama yang baik—Glitz Media yakin sebagai manusia kita semua tahu caranya—tapi mengajak Anda lebih peduli dan waspada akan kehidupan anak-anak di sekitar kita.

Yang mengerikan, ketika kekerasan dan penganiayaan itu justru datang dari orang tua, keluarga, atau orang terdekatnya, di mana seharusnya si anak bisa menaruh harapan dan kepercayaan besar pada mereka. Anak pun akan kehilangan arah, tak tahu harus mengadu dan minta tolong ke siapa.

Menolak untuk diam, cuek, tidak peka, dan pura-pura tidak tahu akan hal-hal yang tak wajar terjadi anak-anak di sekitar kita. Kita harus peduli dan mengambil tindakan jika ‘mencium’ sesuatu yang mencurigakan demi menolong kehidupan dan masa depan dari anak-anak kita tersebut.


Kenali sesuatu yang tidak wajar jika terjadi hal berikut ini pada anak: 

1. Penampilan Anak

Lusuh, kotor, atau seperti tak terurus bisa menjadi salah satu cirinya. Terlebih lagi, jika Anda tahu anak tersebut berasal dari keluarga yang berkecukupan atau justru berlebihan.

2. Sikap Anak  

Tak seperti anak kecil pada umumnya, dia lebih senang menyendiri, diam, tak ceria, dan tertutup. Di sisi lain, dia pun terlihat murung, ketakutan, tertekan, dan sering menangis. Anda perlu curiga pada anak yang seperti ini.

3. Cara Bicara Anak

Tak banyak bicara, tergagap, dan tak ingin menatap wajah lawan bicara saat berkomunikasi menjadi tanda dia sedang tertekan. Jika terus-menerus dipancing pertanyaan, dia justru menangis sebagai bentuk perlawanan dia takut berbicara jujur.

4. Kondisi Tempat Tinggal 

Jika secara kebetulan Anda bisa melihat kondisi luar dan rumah tempat anak tinggal, cari tahu apakah memiliki fasilitas baik untuk seorang anak. Rumah yang kondisinya tidak sehat, kelewat kotor, dan berantakan memungkinkan anak tak mendapat perlakuan yang baik di rumah. 

5. Kondisi Fisik Anak

Tubuhnya lemah dan lemas, mata sayu, banyak bekas luka dan noda kebiruan karena lebam di seputar kulit tubuh—hingga banyak pitak di kepalanya—menjadi salah satu ciri kuat kalau anak ini mengalami kekerasan dalam keluarga dan rumahnya. 

6. Suara Tak Wajar 

Jika Anda mendengar suara teriakan, jeritan, dan tangisan yang tak wajar di sekitar Anda, sangat wajar untuk ditindaklanjuti. Jangan tunda melaporkannya, jika Anda semakin sering mendengarnya. 

7. Perlakukan Orang Lain Yang Tak Wajar

Ini yang paling penting! Melihat perlakuan orang tua, saudara, guru pengasuh, hingga pembantu rumah tangga perlu dicurigai. Mereka harus mencerminkan orang dewasa yang baik. Jika melihat mereka melakukan hal-hal kasar dan tak wajar, bisa jadi pertanda mereka sering melakukan penganiayaan lebih pada anak. Cegah sebelum hal-hal yang lebih tragis terjadi.


Jika Anda melihat beberapa hal di atas terjadi, sebaiknya segera:

  • Melaporkan kejadian di atas kepada kepala RT/RW tempat kawasan anak tersebut tinggal. Lakukan penyelidikan kecil-kecilan bersama warga, tanpa terkesan mencampuri urusan rumah tangga orang lain.
  • Melaporkannya kepada Guru dan Kepala Sekolah tempat anak tersebut mengenyam pendidikan, jika Anda menemukan kejadiannya di sekolah. Pastikan Guru dan Kepala Sekolah menindaklanjuti hal ini kepada orang tua anak tersebut.
  • Melaporkan kejadian—jika perlu dengan sedikit bukti—kepada pihak Kepolisian atau Komnas Perlindungan Anak terdekat jika dirasa sudah kelewatan dan benar-benar di luar batas kewajaran. 

Jangan tunggu sampai hal terburuk terjadi, jika melihat kesempatan menolong anak-anak kita itu ternyata masih ada...

(Saskia Damanik)

You Might Also LIke