×

Stay in The know

Motherhood

Pentingnya Peran Orangtua dalam Mencegah Terjadinya Bullying Pada Anak

Pentingnya Peran Orangtua dalam Mencegah Terjadinya Bullying Pada Anak
Ayu Utami

Tue, 25 July 2017 at 02.41

Najelaa Shihab: “Anak hanyalah korban dari pola pengasuhan yang keliru”

Maraknya kasus bullying dewasa ini semakin hari terus meningkat, hingga mencapai tahap yang cukup memprihatinkan. Terlebih anak-anak saat ini menganggap hal tersebut sebagai sebuah kewajaran dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Najelaa Shihab, selaku psikolog dan pemilik Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) pun akhirnya angkat suara melihat kondisi yang kian menyedihkan ini. “Banyak orang yang baru bereaksi ketika sudah ada kasus. Padahal perbaikan moral dan pendidikan anak tidak bisa dilakukan dalam satu waktu saja, tetapi harus sistematis serta berkala. Budaya dari keluarga maupun sekolah menjadi sangat penting dalam pembentukan karakter mereka,” ungkapnya.

Anak-anak sebenarnya adalah pribadi yang polos dan sangat mudah terpengaruh. Ketika orangtua mengajarkan nilai yang positif, maka mereka akan lebih mudah menyerap dan menirunya. Sebaliknya, jika sejak masa emas—0 sampai 6 tahun anak sudah tinggal dalam lingkungan yang tidak kondusif, maka tidak heran jika ia akan tumbuh menjadi sosok yang berperilaku negatif. Bagaimanapun juga pola asuh dari keluarga sangat menentukan masa depan mereka.

Saya sangat sedih melihat kondisi saat ini. Bagi saya anak-anak adalah korban dari kegagalan pola asuh orangtuanya selama ini. Seperti kasus bullying di Thamrin City, tidak ada pihak yang mau bertanggung jawab. Akibatnya anak terpaksa dikeluarkan dari sekolah, beban mental dan psikologi yang anak alami menjadi begitu berat. Sedangkan orangtua menyerahkan tanggung jawabnya ke sekolah, karena kejadian tersebut berlangsung ketika di jam sekolah. Sebaliknya, pihak sekolah tidak mau disalahkan karena peristiwa terjadi di sebuah mall. Lantas, siapa yang seharusnya bertanggung jawab?” tegas perempuan pendiri Kampus Guru Cikal ini.

Kasus bullying seperti ini memang sangat meresahkan masyarakat, terlebih jika orangtua yang seharusnya menjadi pelindung anak justru membuat mereka terjerumus dalam pemahaman yang salah. “Orangtua harus memberikan pendidikan yang matang sebelum anak beranjak remaja dan mulai mencari jati diri. Momen tersebut harus Anda gunakan sebaik mungkin, supaya mental maupun moralnya sudah terbentuk dengan baik, dan tidak mudah terpengaruh ketika mereka terjun di dalam lingkungan asing nantinya. Minimal mereka sudah bisa mengetahui mana yang boleh dan tidak,” ujarnya.

Terapkan pemahaman agama yang tepat, ajarkan mereka akan pentingnya toleransi, empati, hingga hal-hal yang kecil sekalipun. Anda dapat memulainya dengan mengajari mereka untuk mengenal dirinya sendiri, bagaimana cara menyapa maupun berperilaku dengan orang lain, bagaimana cara ikut bergabung ketika bermain dengan teman-temannya, hingga cara menghadapi ejekan atau masalah yang mungkin terjadi ketika mereka berada di lingkungan asing nanti. Jangan sampai mereka belajar sendiri dan akhirnya melakukan suatu perbuatan yang salah tetapi mereka anggap benar, karena tidak ada yang menegurnya,” tambah perempuan pendiri Lentra Hati ini.

Mengasuh dan membesarkan anak di era digital saat ini memang terasa semakin berat. Namun, hal tersebut bukan berarti membuat Anda patah arang dan melepas tanggung jawab begitu saja. Berikan pengasuhan yang terbaik kepada mereka. Tetapkan nilai moral yang positif hingga mereka beranjak dewasa nanti. Selain itu, pihak sekolah pun hendaknya menjadi jembatan yang mampu mengajarkan pendidikan terbaik untuk murid-muridnya agar kasus bullying tidak lagi terulang.

(Elizabeth Puspa, Foto: Pixabay)

You Might Also LIke