Stay in The know

Sex & Love

Ini Alasannya Kenapa Wanita Yang Terlalu Mandiri Lebih Sulit Mendapatkan Pasangan Hidup

Ini Alasannya Kenapa Wanita Yang Terlalu Mandiri Lebih Sulit Mendapatkan Pasangan Hidup


Menjadi wanita mandiri (independen) jelas sifat positif yang harus Anda miliki. Namun, kemandirian berlebihan yang berujung pada rasa tak membutuhkan orang lain itulah yang perlu dipertanyakan.

Ketika seorang wanita single, menginjak usia 30 tahun, dan sibuk meningkatkan karier, biasanya, sih, diisyaratkan jauh dari peluang mendapatkan jodoh alias pasangan hidup—walaupun sebenarnya tak ada rumus wanita mandiri itu sulit mendapatkan pasangan, ya...

Mencoba mengulik lebih dalam, beberapa faktor di bawah ini berpotensi menjadi alasan utama mengapa wanita terlalu mandiri itu lebih sulit mendapatkan calon pendamping hidupnya. Jika Anda merasa salah satu di antaranya, buktikan saja, yuk! 


Keluarga Segala-galanya

Menomersatukan keluarga merupakan hal terpuji, kok. Namun, fokus Anda sedikit berbeda dengan wanita lain, karena berperan sebagai tulang punggung keluarga. Anda pun lebih mengutamakan kebahagiaan keluarga—mencari nafkah dan menghidupi keluarga. 

Sayangnya...Anda jadi lupa memikirkan diri sendiri. Padahal kebahagiaan Anda merupakan kebahagiaan keluarga—bahkan pernikahan menjadi doa kedua orangtua Anda, bukan? 


My Job Is My Life 

Pekerjaan menjadi hal penting berikutnya untuk Anda. Mengejar karier yang tinggi memang sudah menjadi cita-cita Anda. Belum lagi Anda punya beberapa prioritas yang ingin dicapai—dan merasa prioritas tersebut bisa dicapai sebelum menikah. 

Sayangnya...waktu terus berjalan, usia pun bertambah. Terlalu lama fokus meniti karier akan melupakan sisi kehidupan lainnya—seperti percintaan. 


Sahabat Adalah Pelipur Lara

Memiliki sahabat memang menyenangkan. Anda menjadikan mereka pelipur lara, orang yang siap berbagi kapan dan di mana saja. Buat Anda hidup dan masalah cukup dibagikan kepada mereka saja. 

Sayangnya...para sahabat juga punya kehidupan lainnya. Mereka akan menjalankan kehidupan pernikahan dan berkeluarga. Ini akan membuat hubungan persahabatan tidak intens seperti dulu lagi. Lama-lama Anda merasa kesepian dan membutuhkan peran pendamping hidup. 


Menunggu Inisiatif Para Pria

Ketimbang menjemput bola, Anda lebih memilih untuk menunggu peluang yang datang. Anda percaya bahwa jodoh akan datang sendirinya, tanpa perlu capai berusaha. 

Sayangnya...tak semua pria bisa ‘melihat’ dengan jelas sosok seorang wanita.  


Sibuk Memilih Bukan Menentukan 

Pertanyaan “kapan nikah?” bukanlah hal yang mengganggu lagi buat Anda—bahkan Anda sudah punya banyak alasan untuk menangkis pertanyaan ini. Buat Anda komiten bukan hal main-main, ini yang membuat Anda begitu selektif memilih calon pasangan. 

Sayangnya...sibuk memilih pria di luar sana justru membuat Anda lupa waktu dan usia. Semakin banyak memilih, semakin sulit menentukan yang tepat.   


Terbiasa Hidup Sendiri

Anda terbiasa hidup sendiri dan tidak melibatkan orang lain. Tak heran kalau hal ini lebih menyenangkan buat Anda, dibandingkan harus hidup bersama orang lain. Anda bahkan berpikir  jika berpasangan belum tentu bisa bebas melakukan apa saja yang diinginkan.

Sayangnya...kesendirian itu ada batasnya. Saat merasa kesepian, menemukan masalah, dan membutuhkan teman berbagai, sosok pria pendamping hidup tentu akan Anda rindukan, tuh.   


Merasa Memiliki Daya Jual Tinggi 

Mungkin tidak berniat sombong, tetapi Anda merasa memiliki kriteria yang sangat baik untuk dilirik oleh para pria. Anda merasa mampu meraih kesuksesan dengan tangan sendiri. Gengsi pun jadi muncul dalam benak Anda.

Sayangnya...hal ini membuat para pria jadi segan mendekati Anda. Mereka pun malas membuang waktu untuk berurusan dengan Anda yang belum tentu ingin membuka hati kepada dirinya. 


Mencari Pria Sesuai Kriteria

Akibat merasa memiliki daya jual tinggi, Anda juga menuntut beberapa kriteria pada pria calon pasangan hidup. Intinya, Anda belum bisa menerima kekurangan seorang pria ketika merasa dirinya tidak lebih baik dari Anda. 

Sayangnya...tidak ada manusia yang sempurna, bukan? Jika terlalu banyak menuntut, Anda pula yang akan merasa sia-sia. Bukannya menyarankan untuk berpasrah diri, tetapi memilih yang Anda butuhkan akan jauh lebih baik daripada yang Anda inginkan. (BACA: APAKAH DIA PASANGAN YANG ANDA INGINKAN ATAU BUTUHKAN? JANGAN SALAH PILIH!)

(Elizabeth Puspa/Saskia Damanik, Image: Corbis)

You Might Also LIke