Stay in The know

What's New

Tangan-Tangan Renta, Kisah Edward Hutabarat Menelisik Lurik Indonesia

Tangan-Tangan Renta, Kisah Edward Hutabarat Menelisik Lurik Indonesia

Rekaman visual dari pengalaman menjelajahi lurik. 


Sore itu cuaca di bilangan Jakarta pusat cukup cerah berangin. Pelataran Ramayana, Hotel Indonesia Kempinsiki, diramaikan oleh kehadiran pecinta mode tanah air. Dalam balutan wastra Indonesia yang apik, mereka menduduki deretan bangku taman sambil menunggu kejutan dari Edward Hutabarat.



Berkolaborasi dengan Bakti Budaya Djarum Foundation, desainer kelahiran Sumatera Utara tersebut memperkenalkan lurik sebagai wastra peradaban nusantara melalui sebuah pameran fotografi, video, instalasi, hingga pagelaran busana yang bertajuk “Tangan-Tangan Renta Lurik Indonesia”. Alih-alih menggunakan istilah ‘kain tradisi’, Edo (sapaan Edward Hutabarat) memilih kata ‘wastra peradaban Nusantara’ yang ia temukan dari interaksi intensif saat menyelami proses pembuatan serta pengalaman ritual beragam budaya.

  • PAGE
  • 1
  • 2

You Might Also LIke