Stay in The know

Health & Body

Anda Susah Buang Air Besar? Lihat 7 Penyebab Utamanya di Sini!

Anda Susah Buang Air Besar? Lihat 7 Penyebab Utamanya di Sini!

Bukan hanya kurang serat, susah buang air besar juga dapat disebabkan oleh hal ini.

Lancarkah proses pembuangan Anda hari ini? Bukan, GLITZMEDIA.CO tidak sedang membicarakan kondisi jalan yang sudah pasti macet di jam berangkat kantor, tapi pencernaan Anda. Banyak orang yang mengalami kendala susah air besar, sehingga mengganggu kenyaman sekaligus kesehatan tubuhnya.

Dilansir dari Mindbodygreen.com, penjualan obat untuk mengatasi susah buang air besar atau konstipasi mencapai angka USD 7 Juta per tahunnya. Padahal, penggunaan obat tersebut dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan, kadar elektrolit tubuh yang tak seimbang, dehidrasi, infeksi saluran pencernaan, hingga kerusakan hati.

Banyaknya penderita konstipasi ini banyak disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat akan akar permasalahannya. Tak hanya kurang serat, namun banyak hal yang menjadi penyebab konstipasi. Ini dia penjelasan dari Lynda Griaparic, seorang ahli gizi, pembicara, serta penulis yang telah memiliki 14 tahun pengalaman dalam bidang kesehatan.


Perubahan Diet

Banyak orang melakukan diet demi mendapatkan dan menjaga bentuk tubuh ideal. Berbagai macam diet pun dicoba demi mewujudkan keinginan tersebut. Sayangnya, banyak orang yang tak mengetahui jika perubahan diet ini dapat menyebabkan tubuh sulit beradaptasi sehingga proses penyerapan makanan menjadi kurang baik. “You should detox your body, at least for 3 days, before starting a new diet program,” jelas Griaparic.


Kurang Aktif

“Sedentary lifestyle or lack of daily movement that slows your metabolic processes,” kata Giraparic. Untuk itu, olahraga ringan selama 30 menit per hari sangat disarankan agar proses metabolisme tidak terganggu. Anda dapat meluangkan waktu untuk olahraga di dalam ruangan—sit up, back up, jumping jacks, dan sebagainya—atau jogging sebelum berangkat kerja.


Stres

Stres atau kondisi trauma juga dapat menjadi pemicu konstipasi. Hal ini disebabkan oleh produksi hormon kortisol yang membuat banyak otot tubuh menjadi kaku. Kondisi ini menyebabkan banyak sistem tubuh yang menjadi terganggu fungsinya, salah satunya adalah pencernaan. Tak heran jika tingkat stres berbanding lurus dengan kondisi kesehatan tubuh. (BACA: 5 Hal Yang Akan Terjadi Pada Tubuh Saat Anda Mengalami Stres).




Penuaan dan Perubahan Hormon

Faktanya, penderita konstipasi kronis justru lebih banyak dialami oleh wanita dan orang yang sudah menginjak usia lanjut. Hal ini disebabkan banyaknya anggota tubuh yang tidak dapat bekerja optimal pada mereka yang berusia lanjut. Pada wanita secara umum, perubahan hormon seringkali terjadi karena menstruasi. Karena itu, proses pencernaan pun seringkali terganggu sebelum dan saat sedang menstruasi, yang menyebabkan susah buang air besar.


Obat Tertentu

“Certain medications like antidepressants, antihypertensives, analgesics, antipsychotics, and iron supplements (can cause constipation). I recommend iron diglycinate, a form of iron that is less likely to constipate,” ucap pemilik situs Lyndagiparic.com itu. GLIITZMEDIA.CO menyarankan Anda untuk menanyakan pula pada dokter mengenai saran mereka agar Anda tak mengalami konstipasi bila diminta untuk mengonsumsi obat-obatan tersebut.


Kehamilan

“Constipation is a common symptom during pregnancy. The majority of cases are simple constipation that occurs due to a combination of hormonal and mechanical factors affecting normal GI function,” ungkap wanita yang juga berprofesi sebagai Yin Yoga Teacher ini. Ia pun menyarankan agar Anda tidak sembarangan dalam mengonsumsi obat pelancar buang air besar ketika mengalami konstipasi di masa kehamilan. Diskusikan pada dokter kandungan apabila kondisi ini memang tak bisa diatasi dengan mengonsumsi serat.


Kelainan di Dalam Tubuh

Gangguan atau kerusakan pada usus besar, rektum, bagian anus, ataupun sistem saraf pusat dapat menyebabkan kesulitan buang air besar. Konsultasikan dengan dokter dan imbangi dengan mengonsumsi air putih bersuhu ruang serta serat untuk mengurangi dampak buruk dari gangguan dan kerusakan tersebut.

(Shilla Dipo, Images: Berbagai sumber)

Author: Saskia Damanik

You Might Also LIke