Stay in The know

Health & Body

Kenali Gejala dan Gangguan Menstruasi Yang Sering Perempuan Alami

Kenali Gejala dan Gangguan Menstruasi Yang Sering Perempuan Alami

Jangan mengabaikan siklus menstruasi Anda, karena dapat berpengaruh pada alat reproduksi.

Rasa sakit dan nyeri selama menstruasi yang dialami tiap perempuan terkadang dianggap sebagai suatu hal yang wajar. Menurut Dr. Dwi Priangga, SpOG, selaku dokter kandungan menjelaskan bahwa fenomena tersebut bisa saja menjadi satu tanda awal adanya gangguan pada alat reproduksi. “Menstruasi adalah perdarahan uterus secara periodik, yang disertai pelepasan endometrium. Siklus menstruasi terjadi selama 4 – 7 hari dalam 24 hari. Jumlah darah yang keluar rata-rata 20 – 60ml. Menstruasi pertama disebut menarche. Usia menarche antara 10 – 16 tahun, tetapi rata-ratanya adalah 12,5 tahun”. Menurutnya, jika Anda mengalami siklus yang tidak teratur, sebaiknya waspadai gejala dan gangguan berikut ini.


Polimenorea

Gangguan ini terjadi pada seseorang yang mengalami siklus menstruasi terlalu pendek, yakni kurang dari 21 hari. Polimenorea terjadi akibat gangguan hormonal ovulasi yang menyebabkan pendeknya masa luteal—periode menstruasi pertama—,” ungkapnya saat ditemui GLITZMEDIA.CO.


Oligomenorea

Oligomenorea disebabkan akibat siklus menstruasi terlalu panjang, yakni lebih dari 35 hari dengan pendarahan yang sedikit,” tambahnya.


Amenorea

Amenorea dibagi menjadi dua kategori. Amenorea primer sering sekali dialami perempuan berusia 18 tahun atau lebih dan mereka tidak pernah haid. Sedangkan Amenorea sekunder adalah kondisi dimana seorang pernah mendapatkan haid, tetapi kemudian tidak mengalami haid, biasanya merujuk pada gangguan gizi, metabolisme, tumor, penyakit infeksi, dan lain-lain”.


Pendarahan di Luar Haid

Siklus haid yang tidak teratur bisa menyebabkan kelainan darah. Artinya mereka bisa mengalami pendarahan di luar periode menstruasi,” tambahnya.


Nyeri Selama Haid

Ini adalah gangguan yang paling sering dialami para wanita. Jika rasa sakit tersebut begitu menyiksa, hingga membuat aktivitas terbengkalai dan terpaksa tidak masuk kerja, sebaiknya bethati-hati. Bisa saja ini gejala awal timbulnya mium atau kista pada indung telur,” tutupnya.

(Elizabeth Puspa, Image: pixabay.com)

You Might Also LIke